Pro Dan Kontra Gender Reassignment

Tahun 2000, saat baru berusia 26 tahun seorang teman, Anti, memutuskan untuk melakukan aborsi. Saat itu ia sangat yakin dengan keputusannya. Kehamilan hanya akan merusak rencana hidupnya: ia baru saja pindah kerja, tak mampu secara finansial, dan yang pasti tidak merencanakan kehamilan karena setiap berhubungan badan selalu menggunakan alat kontrasepsi. Ditambah lagi laki-laki yang menghamilinya melarikan diri dari tanggung jawab setelah Anti hamil. Buat Anti kehamilannya seperti mimpi buruk, karena dia tak bisa menceritakan permasalahannya pada ibunya, seorang Muslim taat yang tak percaya pada hubungan seks pranikah, apalagi aborsi.

Pada suatu pagi, dalam kondisi hamil 10 minggu Anti menjalani aborsi di sebuah klinik aborsi ilegal di kawasan Menteng, Jakarta. Ia pergi ke klinik aborsi itu ditemani seorang teman perempuan, dengan perasaan takut dan malu. "Bagian terburuk dari aborsi bukan soal melenyapkan janin, tapi perasaan takut ketahuan dan dihakimi sebagai monster, perempuan durjana. Saya sendiri sudah diliputi perasaan berdosa melakukan aborsi, ditambah lagi harus menghadapi tekanan masyarakat yang menentang aborsi. Belum lagi risiko ditangkap karena melakukan tindakan ilegal dan rasa takut apakah aborsi di tempat ilegal ini aman,” ujar Anti.

Penulis: Uly Siregar

Setiap perempuan memiliki alasan untuk menjalani aborsi. Alasan yang satu mungkin  terasa lebih masuk akal dan bisa dimaklumi dibandingkan alasan lain yang terdengar seperti mengada-ada dan egois. Jangan salah, pelaku aborsi tak melulu perempuan lajang yang dianggap pelaku seks bebas dan amoral. Menurut hasil penelitian Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), sebagian besar pelaku aborsi adalah perempuan menikah. Apapun alasan dan status pelaku, aborsi adalah pilihan, sama seperti pilihan untuk meneruskan kehamilan. Problem muncul ketika aborsi dilihat sebagai pembunuhan karenanya tindakan itu tak boleh didukung apalagi dilegalisasi.

Di Amerika Serikat, aborsi telah dilegalisasi sejak 22 Januari 1973 melalui keputusan Mahkamah Agung dalam sidang Roe v. Wade. Meskipun demikian, soal aborsi tetap menjadi kontroversi di AS. Bahkan hingga kini aborsi selalu jadi isu penting saat menentukan presiden pilihan. Donald Trump, misalnya, didukung oleh mayoritas warga AS golongan Kristen konservatif dan Katolik konservatif karena tak mendukung aborsi, sementara lawannya Hillary Clinton menganggap aborsi sepenuhnya hak perempuan.

Pro-kontra

Pertentangan antara mereka yang menentang aborsi (pro-life) dan yang mendukung aborsi (pro-choice) bertumpu pada bagaimana mendefinisikan kapan dimulainya hidup manusia. Penganut paham pro-life menganggap kehidupan dimulai saat sperma membuahi telur karena itu aborsi dianggap sebagai pembunuhan. Untuk menghentikan pembunuhan, negara harus melindungi pertumbuhan janin itu dengan menjadikan aborsi sebagai tindakan ilegal.

Sementara itu, penganut paham pro-choice menganggap janin bukanlah manusia karenanya negara tak berhak melarang perempuan menjalani aborsi karena janin masih menjadi bagian dari tubuh perempuan. Perempuan berhak melakukan tindakan apapun terhadap tubuhnya—baik mempertahankan kehamilan ataupun melakukan aborsi—sebagai bagian dari personal autonomy rights.

Penganut paham pro-life percaya janin memiliki hak hidup setara manusia. Sementara penganut paham pro-choice yang paling ekstrem ngotot selama janin berada dalam rahim maka ia bukan manusia. Walter Glannon dalam bukunya Biomedical Ethics menyebutkan posisi yang lebih moderat kemudian muncul dengan pemahaman bahwa janin tak mempunyai hak hidup kecuali setelah mencapai fase viability. Ketika janin memasuki fase viability (24 hingga 28 minggu), ia dapat bertahan hidup di luar rahim, di luar tubuh perempuan. Posisi yang hampir serupa menyatakan hak hidup tergantung pada kapasitas janin dalam merasa. Saat janin bisa merasakan kesakitan maka ia memiliki hak hidup.

Menurut pandangan yang paling liberal, manusia hanya memiliki hak hidup setelah dilahirkan. Karena itu setiap perempuan berhak melakukan aborsi, apapun alasannya, berapapun usia kehamilan. Tapi viability, seperti disebutkan Glannon, sebaiknya menjadi faktor penentu legal atau ilegalnya aborsi. Meskipun kemudian viability juga tak lepas dari kontroversi. Teknologi kedokteran kini berkembang pesat. Dengan bantuan teknologi, janin yang berusia kurang dari 23 minggu pun masih mungkin bertahan hidup di luar rahim. Menurut asosiasi dokter anak AS (American Association of Pediatrics) bayi yang lahir kurang dari 23 minggu tidak ‘viable', tapi telah ditemukan kasus bayi yang lahir pada usia kurang dari 22 minggu (21 minggu, 6 hari).

Pentingkah alasan aborsi?

Mengapa perempuan melakukan aborsi? Pada kasus apakah aborsi bisa ditolerir? Dalam kasus yang mengancam keselamatan nyawa ibu, tentu tak banyak penghakiman muncul. Tapi bagaimana dengan alasan-alasan lain, seperti kehamilan akibat perkosaan, kehamilan akibat hubungan incest, janin yang akan lahir menjadi bayi dengan kondisi cacat mental atau kelainan kromosom, calon ibu yang baru berusia 12 tahun? Apakah masyarakat tetap menyalahkan perempuan yang memilih aborsi? Dan menghakimi perempuan sebagai manusia yang tak bertanggung jawab, pendosa, dan egois? Masyarakat mungkin menghakimi perempuan itu sebagai manusia tak beriman, tapi mereka yang menghakimi seharusnya menyadari, perempuan yang dipaksa melahirkan yang harus menjalani hidup dengan setiap problema yang muncul nantinya, bukan mereka.

Aborsi bisa menjadi alternatif terbaik bagi seorang perempuan sama halnya dengan mempertahankan kehamilan menjadi alternatif terbaik bagi perempuan lain. Secara hakikat, perempuanlah yang harus membuat keputusan, ia sendiri dengan informasi menyeluruh dari dokter, tak perlu diruwetkan dengan urusan penghakiman dan dosa. Ketika janin mengganggu hak perempuan dalam menentukan jalan hidupnya, adalah hak perempuan untuk memilih yang terbaik bagi dirinya, termasuk jalan aborsi, apapun alasan dibalik pilihan tersebut.

Namun demikian, aborsi seharusnya tidak boleh menjadi alternatif kontrasepsi. Dan sebaiknya dilakukan saat janin belum memasuki tahap viability, kecuali bila mengancam nyawa ibu. Aborsi juga seharusnya dilakukan dengan hati-hati dan perempuan wajib paham risiko medis, termasuk trauma psikis yang mungkin akan dialami. Aborsi adalah pilihan pahit. Tapi pilihan ini bagi sebagian perempuan jauh lebih baik dibandingkan dengan harus memaksakan diri mempertahankan kehamilan.

Dan selama laki-laki dan perempuan di dunia masih melakukan hubungan seks, perempuan hamil yang tak menginginkan kehamilannya tetap akan melakukan aborsi. Lantas, mengapa tak melakukannya dengan bantuan tenaga medis yang kompeten, konseling yang menyehatkan jiwa, prosedur medis yang aman bagi perempuan, dan bermartabat. Karena ketika pilihan itu dihilangkan, jangan heran mereka mengambil jalan ilegal yang membahayakan nyawa, dan menghilangkan martabat. 

Penulis:

Uly Siregar (ap/hp)  bekerja sebagai wartawan media cetak dan televisi sebelum pindah ke Arizona, Amerika Serikat. Sampai sekarang ia masih aktif menulis, dan tulisan-tulisannya dipublikasikan di berbagai media massa Indonesia.

@sheknowshoney

*Setiap tulisan yang dimuat dalam #DWNesia menjadi tanggung jawab penulis.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Pria menderita juga

    Aborsi bukan hanya masalah perempuan, sebagai karya yang ditunjukkan fotografer Lisa Franz, Guadalupe Gomez Verdi dan Lea Meurice. Pedro, 24 tahun, mendukung keputusan pacarnya untuk melakukan aborsi pada tahun 2012. Dia tidak bisa berbicara dengan teman-temannya tentang hal itu. "Kami merasa seperti penjahat."

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Untuk kebebasan pribadi

    Meski dilarang, setiap tahun sekitar setengah juta perempuan menjalani prosedur, seperti yang dilakukan Camilla. Setelah aborsi, dia membuat tato di lehernya, dengan tulisan: "Libertad ", yang artinya: kebebasan.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Aborsi di Tahun Baru

    Mara, dulu hamil pada usia 21 tahun. Keluarga pacarnya mengancam, "Jika kamu melakukan aborsi, kami akan melaporkanmu." Tapi kemudian, pacarnya meninggalkan dia dalam keadaan berbadan dua. Setelah hampir hamil 12 minggu, dia menceritakan nasibnya pada ibunya dan melakukan aborsi di klinik ilegal, pada Malam Tahun Baru 2002.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Aborsi di rumah

    Gantungan baju, jarum rajut, pukulan di perut - kurangnya informasi dan tidak ada pilihan lain menyebabkan banyak perempuan nekad melakukan aborsi sendiri. Hal ini sering berakibat fatal.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    100 kematian setiap tahun

    Menurut data dari Departemen Kesehatan Argentina, setiap tahun antara 60.000 dan 80.000 perempuan dengan komplikasi akut dan perdarahan akibat aborsi, dirawat di rumah sakit dan diinapkan dalam apa yang disebut "kamar syok". Sekitar 100 perempuan meninggal dunia akibat luka atau prosedur aborsi Yang salah. Kasus-kasus seperti ini sangat umum di daerah-daerah termiskin di negara itu.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Aborsi untuk dua puluh juta

    Bisnis aborsi ilegal berkembang. Dokter memungut biaya sekitar 20 juta Rupiah untuk prosedur ilegal ini. Salah satu kritikus dari praktik ilegal ini adalah ahli bedah German Cardoso--anggota asosiasi yang dokter Argentina. Ia berkomitmen untuk melegalkan aborsi. Dia sendiri melakukan prosedur itu. Biayanya bervariasi, disesuaikan dengan pendapatan pasien.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Bantuan dari perempuan untuk perempuan

    "Ambil rosario Anda keluar dari indung telur kita! " demikian tuntut asosiasi perempuan Argentina "La Revuelta", salah satu dari banyak LSM yang memperjuangkan legalisasi aborsi. Di provinsi Patagonian dari Neuquen, mereka memberi nasihat dan menemani perempuan yang ingin melakukan aborsi.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Tidak ada pedoman

    Eluney, 21 tahun usianya. Gadis dari Neuquenini ditemani oleh badan amal La Revuelta ketika terpaksa melakukan aborsi. "Saya ingin memutuskan sendiri kapan harus menjadi seorang ibu," katanya. Namun, jika aborsi kimia tidak dilakukan dengan benar, maka bisa berbahaya. Dokter sering menjual obat tanpa informasi tentang bagaimana obat-obatan itu harus digunakan.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Aborsi di Penjara

    Terpaksa bekerja sebagai pelacur, Sonia Sanchez lima kali aborsi - semua dilakukan di penjara. Dia ditahan untuk kasus ‘prostitusi ilegal". Ia dihamili oleh pelanggan yang membayar pemilik rumah bordil untuk melakukan seks tanpa kondom. Pada tahun 2012, aborsi dilegalkan, khusus untuk kasus pemerkosaan atau jika mengancam nyawa perempuan hamil.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Dalam keheningan

    "Ini tubuh saya," kata Monica. Fotografer Lisa Franz, Guadalupe Gomez Verdi dan Lea Meurice ingin menggunakan proyek foto mereka untuk memecah keheningan persoalan aborsi di Argentina, hal yang selama ini tabu untuk dibicarakan.

    Penulis: Anne Herrberg


  • Jangan Lakukan Ini Sebelum Berhubungan Seks

    Buang air kecil

    Buang air kecil sesudah berhubungan intim dapat membuat semua bakteri penyebab infeksi keluar. Namun jangan lakukan itu sebelum berhubungan seks, karena penyebab utama infeksi saluran kencing adalah kebiasaan 'pipis' sebelum berhubungan seksual. Demikian saran Urolog New York, David Kaufman.

  • Jangan Lakukan Ini Sebelum Berhubungan Seks

    Minum antihistamin (anti alergi)

    Antihistamin baik untuk meredakan efek alergi, karena mengeringkan selaput lendir di hidung yang berair, namun obat ini juga mengeringkan organ intim. Tentu, vagina yang kering membuat hubungan seks terasa tidak nyaman. Selain itu, secara umum, antishistamin juga menurunkan libido.

  • Jangan Lakukan Ini Sebelum Berhubungan Seks

    Mabuk-mabukan (kebanyakan alkohol)

    Alkohol kadang bisa membantu memicu gairah seksual. Namun minuman beralkohol dalam takaran berlebihan justru mengakibatkan hambatan bagi pria untuk ereksi.

  • Jangan Lakukan Ini Sebelum Berhubungan Seks

    Salah ukuran kondom

    Ukuran karet pengaman dalam berhubungan seksual amat penting. Pemilihan ukuran kondom yang pas mengurangi risiko selip dan terlepas disaat sedang melakukan hubungan seksual.

  • Jangan Lakukan Ini Sebelum Berhubungan Seks

    Mencukur rambut di sekitar organ intim

    Bebas bulu halus di sekitar area intim mungkin sedang tren, tapi dapat berisiko infeksi akibat luka gesekan saat berhubungan badan. Pakar klinis juga memperingatkan, area intim yang dicukur menjadi salah satu penyebab infeksi herpes, sebab luka kecil pun dapat menularkan virus.

  • Jangan Lakukan Ini Sebelum Berhubungan Seks

    Lupa bersihkan alat permainan seks

    Selain tubuh yang bersih, alat permainan seks pun sebaiknya dalam kondisi bersih sebelum digunakan. Jangan pernah lupa membersihkan sex toy sebelum berhubungan seks, karena dapat menyebabkan infeksi. Untuk melindungi diri, cucilah dulu alat permainan itu dan bersihkan dulu dengan tisu anti bakteri.

  • Jangan Lakukan Ini Sebelum Berhubungan Seks

    Menggunakan pelumas mengandung mentol

    Perempuan yang telah menopause mengalami penipisan jaringan vagina. Memakai pelumas yang mengandung mentol bisa menyebabkan iritasi. Khusus untuk perempuan sekitar usia menopause, menurut ginekolog Cheryl Iglesia, sebaiknya gunakan pelumas berbasis air tanpa mentol untuk menghindari ketidaknyamanan.

    Penulis: ap/as(unilad/huffingtonpost)


  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Mengenal Ruth

    Jika terjadi kehamilan tidak diinginkan, aborsi terkadang menjadi pilihan. Padahal di Indonesia, aborsi adalah praktik ilegal. Aborsi di Indonesia dilarang kecuali ada kedaruratan medis yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, serta bagi korban perkosaan. Namun ada sebuah rumah bagi calon ibu yang tak menginginkan kehamilan. Namanya Rumah RUTH.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Penggagas Ruth

    Mencegah aborsi, Rumah RUTH (Rumah Tumbuh Harapan) sediakan tempat tinggal dan pendampingan bagi sang ibu yang alami kehamilan tak diinginkan. Ini pendiri rumah aman itu, namanya, Devi Soemarno. Rumah RUTH adalah yayasan nirlaba yang terbuka untuk siapa saja tanpa melihat latar belakang suku, agama, ras dan strata sosial serta masa lalu seseorang.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Bumil mantan pecandu narkoba

    Semua perempuan yang sedang hamil dan ingin aborsi, bisa tinggal di Rumah RUTH untuk meneruskan kehamilan hingga melahirkan tanpa dipungut biaya. Bayi yang dilahirkan akan dirawat dan disekolahkan. Ibu hamil yang juga korban narkotika seperti dalam foto ini juga dirawat di sini.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Memperhatikan kondisi mental dan rohani sang calon ibu.

    Sejumlah kehamilan terjadi akibat kekerasan seksual atau perkosaan. Akibatnya sang ibu akan mengalami konflik batin terhadap bayi yang dikandungnya. Rumah RUTH menyediakan pelayanan holistik bagi para ibu hamil. Untuk penguatan bathin, di sini mereka mendapatkan pelayanan iman sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Bumil ini masih sekolah

    Ibu hamil dalam foto ini masih duduk di bangku kelas dua SMU. Penghuni Rumah RUTH termuda adalah murid kelas dua SMP. Keduanya sementara putus sekolah hingga selesai melahirkan. Semula mereka ingin aborsi. Secara mental, ibu muda masih dianggap belum mampu mengambil keputusan. Rumah RUTH menyarankan bayi para ibu muda dirawat oleh keluarga.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Bayi dua pekan dan ibunya

    Bayi perempuan ini lahir di Rumah RUTH. Dalam foto usianya masih dua pekan. Sang ibu memutuskan untuk aborsi karena sudah memiliki tiga anak. Rumah RUTH menyarankan sang ibu untuk meneruskan kehamilan dan bayi diadopsi oleh keluarga yang disetujui oleh pihak keluarga.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Minum Susu

    Bayi yang lahir di Rumah RUTH dan diserahkan untuk adopsi tidak diberikan ASI guna menghindari ikatan emosional. Hingga saat ini sudah 20 anak yang diadopsi oleh orang tua terseleksi dan mengikuti prosedur Rumah RUTH yang tidak membuka opsi memilih bayi dan berdasarkan daftar tunggu. Rumah RUTH bekerja sama dengan yayasan yang ditunjuk pemerintah terkait proses adopsi.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Darimana rumah Ruth dapat informasi ibu yang hendak aborsi?

    Sejak berdiri pada tahun 2011, Rumah RUTH menjadi saksi kelahiran 170 anak. Sebagian besar ibu hamil datang dalam kondisi bingung karena hamil di luar nikah, diusir keluarga atau ditipu pasangan yang sudah beristri. Rumah RUTH mendapat informasi pasien yang hendak aborsi dari laporan dokter.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Hamil di usia muda

    Menurut data situs Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2016, setiap tahun di Indonesia terdapat sekitar 1,7 juta kelahiran dari perempuan di bawah 24 tahun, sebagian merupakan kehamilan tidak diinginkan. Sejauh ini guna menghindari kehamilan tidak diinginkan, kontrasepsi menjadi pilihan.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Boks Bayi

    RUTH terdiri dari dua rumah, masing-masing untuk ibu hamil dan bayi. Saat ini ada beberapa bayi yang tinggal di Rumah RUTH. Juga ada ibu hamil, ibu baru melahirkan, serta ibu tunggal yang menyewa kamar sekaligus menitipkan anaknya saat bekerja. Rumah RUTH andalkan donatur untuk bantu biaya melahirkan, imunisasi dan saat sakit serta kebutuhan hidup ibu hamil dan bayi.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Sukarelawan Rumah RUTH

    Sejumlah orang menjadi sukarelawan untuk mengajarkan ketrampilan bagi para ibu hamil seperti menjahit, bahasa asing dan membuat kue. Hari itu para ibu hamil diajarkan membuat kue pisang beraroma kopi. Bekal ketrampilan ini agar para ibu bisa mandiri.

  • Rumah Ini Lindungi Jabang Bayi yang Nyaris Diaborsi

    Mengenal Charles dan Devy

    Pengelola RUTH pasangan suami istri Devi Sumarno dan Charles Wong mengadopsi dua anak. Pasangan ini berasal dari keluarga sederhana. Bahkan saat ini Charles Wong harus menjalani cuci darah setiap minggu dan ada masalah pada jantungnya. Kasih mereka kepada para ibu hamil dan bayi yang dilahirkan mengalahkan kondisi mereka sendiri. (Penulis: Monique Rijkers/ap/vlz)


  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Swiss

    Swiss terkenal progresif soal legalisasi prostitusi, liberalisasi pornografi, program pendidikan seks yang dimulai sejak taman kanak-kanak. Data AlterNet tunjukkan warga Swiss pemuncak peringkat dalam kepuasan seksual. Hasil survey: 21% responden merasakan kehidupan seks yang sangat memuaskan,32% mengaku berhubungan seks di tempat umum. Tingkat kehamilan remaja di Swiss terendah di dunia

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Spanyol

    Seperempat responden di Spanyol mengaku kehidupan seksual mereka memuaskan. Pria negeri matador ini menyandang status sebagai pencinta terbaik di dunia. Sebuah penelitian dengan 9850 responden mengungkap 90% pria & perempuan Spanyol menyatakan memperoleh kepuasan seks. Tingkat kepuasan seksual mereka meningkat dari waktu ke waktu dengan pasangan yang konsisten, ketimbang yang bergonta-ganti.

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Italia

    Menurut Men’s Health, di Italia, ada hubungan erat antara makan dan seks. Rayuan seksual dimulai dari meja makan. Studi menunjukkan perempuan Italia yang menikmati 2 gelas anggur/hari menikmati kepuasan seksual yang lebih besar daripada yang tidak minum. Survei menunjukkan 64% responden mengaku kehidupan seksual mereka memuaskan. 1/3-nya mengharapkan seks berlangsung lebih dari 10 menit.

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Brasil

    Yang perempuan langganan juara ajang kecantikan dunia. Laki-lakinya menyandang status pecinta terbaik kedua di dunia setelah Spanyol. Sebuah laporan mengklaim 82% responden berhubungan seks sekali seminggu. Riset lain menemukan rata-rata mereka bercinta 145 kali/ tahun (setara +-3 kali seminggu). Para ‘Latin Lover‘ ini tercatat paling tinggi tingkat kehilangan keperjakaan/keperawaannya di dunia.

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Yunani

    Sejak berad-abad orang Yunani sangat santai membahas hasrat seksual. Orang-orang Yunani umumnya membahas seks di tempat kerja, dengan teman-teman, dan yang paling penting, dengan pasangan mereka. Komunikasi memperbaiki kehidupan seks. Durex mengklaim rata-rata warga Yunani melakukan hubungan intim 164 kali/tahun. Adapun 51% responden dalam survei menyatakan puas dengan kehidupan seks mereka.

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Belanda

    64% responden Belanda dalam sebuah penelitian meyakini bahwa seks merupakan kebutuhan dasar dan mereka lebih terbuka bicara soal seks. Belanda memiliki tingkat kehamilan remaja 5,3 per 1.000 orang, lebih rendah dibanding AS (39,1 per 1.000). Tingkat aborsi jauh lebih rendah demikian pula tingkat penularan HIV. 22% responden survei menyatakan kualitas kehidupan seks mereka sangat baik

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Meksiko

    63% responden mengaku kehidupan seks mereka memuaskan. Pada tahun 2008, pemerintah Mexico City mendistribusikan lebih dari 700.000 buku pendidikan seks di sekolah tinggi yang mencakup pengendalian kelahiran, aborsi dan homoseksualitas. Pekerjaan seks dilegalkan dan diatur di beberapa wilayah. Sayangnya, tema perdagangan manusia di Meksiko masih jadi masalah serius di negeri itu.

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    India

    Rata-rata responden kehilangan keperjakaan/keperawanan pada usia 22 tahun. Men’s Health mengungkap, pria India lebih menikmati permainan bercinta daripada orgasmenya sendiri. Pria India menghabiskan waktu pada proses merayu dan permainan awal dibandingkan dengan negara-negara lain. Rata-rata yang dihabiskan untuk melakukan hubungan seksual 13 menit. 61% reponden mengaku kehidupan seksnya memuaskan

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Australia

    75% responden Australia mengklaim pernah melakukan hubungan seks di perjalanan atau kendaraan. Cosmopolitan menulis 27% wanita Australia "tidak ingin kehidupan seks mereka berubah. Meski sebagian kecil dari mereka merasa tak ada salahnya mencoba hal-hal baru. Beberapa perempuan negeri kangguru ini punya fantasi tentang ‘threesome‘.

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Nigeria

    Studi Durex menempatkan Nigeria di posisi teratas. Menurut studi Durex, Nigeria 67% responden dalam studinya mengaku memperoleh kepuasan dalam berhubungan seksual. Warga Nigeria terhitung cukup lama durasinya dalam berhubungan seks, dengan rata-rata 24 menit/sesi..Statistik ini agak mengejutkan, mengingat pandangan konservatif Nigeria dalam hal pernikahan sesama jenis.

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Jerman

    Meskipun warga Jerman dicap sebagai "pecinta terburuk" di dunia, namun mereka mengaku kehidupan seksualnya memuaskan. Jerman adalah rumah bagi beberapa program pendidikan seks yang paling komprehensif di dunia dan dikenal karena kebijakan politik progresif soal pekerja seks. 32% responden Jerman mengaku pernah melakukan ‘one-night-stand‘ dan 30% pernah melakukan hubungan seks di tempat umum.

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Cina

    Masyarakat Cina dinilai paling konservatif mengalami represi. Tapi di balik pintu tertutup, penduduknya berhubungan seks lebih sering dibanding kebanyakan negara lain, 78% mengaku sekali/ minggu. Rahasianya? Teknologi, demikian menurut Men’s Health. Cyber sex & toko seks online mengalami kemajuan pesat. Cina bahkan memiliki SEXPO di Shanghai. 70% sex toy di dunia diproduksi di Cina.

  • Negara-negara dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi Sejagad

    Keintiman dalam komunikasi

    dari sekian banyak studi yang dirangkum AlterNet, salah atunya adalah penelitian yang dilakukan produsen kondom Durex. Hasilnya, 82% responden merasakan kepuasan hubungan intim karena adanya sikap saling menghargai dan komunikasi yang baik antar pasangan.

    Penulis: Purwaningsih/as(alternet,durex,mirror,independent)


Ada yang mengatakan LGBT penyakit sosial, ada juga yang mengingatkan hak-hak kaum LGBT harus tetap dilindungi.

JAKARTA, Indonesia—Polemik mengenai lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT) menghangat beberapa pekan belakangan.

Semua berawal dengan tudingan bahwa klub seksualitas Support Group and Resource Center On Sexuality Studies di Universitas Indonesia adalah klub lesbian dan gay, padahal kelompok tersebut adalah kelompok studi yang salah satu kegiataannya adalah penyuluhan tentang kekerasan dalam masa pacaran.

Sejak saat itu, isu LGBT telah mengundang tanggapan dari menteri kabinet, politisi, dan tokoh agama di Indonesia. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, misalnya, memberikan pernyataan pers terkait isu pelarangan LGBT di lingkungan kampus.

Setelah pernyataan Nasir, muncul komentar dari pejabat-pejabat lain. Ada yang menentang LGBT, tetapi ada juga mengingatkan bahwa hak-hak kaum LGBT sebagai manusia harus dilindungi.

Beberapa menteri yang sudah berkomentar antara lain Menteri Agama, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Berikut komentar para pejabat tersebut:

Menteri Kesehatan Nila Moeloek: LGBT masalah kejiwaan, bukan gangguan

Menteri Kesehatan Nila Moeloek kembali mengatakan bahwa LGBT merupakan masalah kejiwaan, bukan gangguan kejiwaan.

"Dari sisi kesehatan, LGBT itu masalah kejiwaan. Beda dengan gangguan kejiwaan, kalau gangguan mereka yang tergabung di dalamnya tidak bisa berinteraksi," kata Nila di Padang, Sumatera Barat, pada Senin, 22 Februari.

Ia menyebutkan perilaku LGBT dari sisi kesehatan tidak dibenarkan, karena hal tersebut juga membuat angka penyakit di tengah masyarakat menjadi cukup tinggi.

Menteri Perlindungan Anak Yohana Yembise: Ribuan anak terjaring kaum LGBT

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengklaim ribuan anak-anak “masuk jaringan gay”.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Yohana Yembise mengatakan belum ada data resmi dari kementeriannya, namun ia mendapat laporan dari media sosial dan aplikasi chat.

"Data di Kementerian kami belum ada, tetapi yang saya dapat dari media sosial dan grup percakapan itu ada 3.000-an anak-anak yang sekarang masuk jaringan gay ini," kata Yohana, pada Kamis, 18 Februari, seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan angka temuan tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari Kementerian PPPA, sehingga pihaknya akan menggelar rapat koordinasi untuk mengatasi hal itu.

"Itu merupakan hal emergensi yang perlu ditangani secepatnya, khusus untuk anak-anak yang terjaring ini. Oleh karena itu pekan depan kami, bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan duduk bersama membicarakan hal ini," katanya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa: LGBT menyasar anak kurang mampu

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan LGBT menyasar anak-anak kurang mampu.

"Sebulan lalu saya datang ke Lombok dan ada yang menyasar anak-anak laki SMP kurang mampu kemudian mereka dikasih hadiah, dua minggu setelah itu laki-laki itu sudah berbeda, mereka pakai lipstik dalam waktu sangat singkat," kata Khofifah di sela-sela rapat kerja dengan Komisi VIII di gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa, 15 Februari.

Selain itu, kata Mensos, anak-anak itu juga menjadi korban perdagangan orang sehingga masalah ini harus dilihat secara komprehensif. "Mereka diperdagangkan dengan memanfaatkan kemiskinan keluarga mereka. Saya khawatir ada rekayasa sosial," ujar Khofifah.

Menteri Khofifah juga menyatakan tugas pihaknya mengembalikan kaum LGBT ke fungsi sosialnya agar mereka bisa maksimal seperti semula.

Wakil Presiden Jusuf Kalla: LGBT salah jika mengajak yang lain

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kelompok LGBT menyalahi norma dan aturan jika itu menjadi gerakan persuasif dengan mengajak orang lain untuk mendukung kelompok tersebut.

"Itu kita anggap biasa karena itu bersifat pribadi. Itu menjadi salah jika menjadi suatu gerakan untuk mempengaruhi orang lain, apalagi ingin meresmikan semacam nikah sesama jenis itu," kata Wapres Kalla di Jakarta, Senin.

Perilaku seksual yang menyimpang memang merupakan urusan pribadi masing-masing orang, namun hal itu tidak perlu diutarakan kepada publik apalagi mengajak orang lain untuk ikut mendukung berbagai kegiatan terkait kelompok LGBT.

"Kita ini di Indonesia tetap berdasarkan kepada moral, budaya dan keagamaan. Jadi belum bisa dipakai itu," katanya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin: LGBT itu penyakit sosial

Menteri Agama Lukman Saifuddin mengatakan LGBT adalah "penyakit sosial" dan perlu diberi pencerahan.

"Kita harus memberikan pencerahan. Setidak-tidaknya kita bisa merangkul mereka keluar dari penyakit sosial," kata Lukman, pada Sabtu, 13 Februari.

Menurutnya, keluarga bisa berperan dalam menangani "penyakit sosial" yang disebut LGBT tersebut. Karena itu, Kementerian Agama, ujarnya, akan lebih serius dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di tingkat keluarga.

"Madrasah juga menjadi fokus kita dalam membentengi generasi muda, membekali mereka dengan pemikiran kritis sehingga tidak mudah dipengaruhi paham-paham yang tidak sesuai dengan Islam," katanya.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Panjaitan: LGBT jangan didiskriminasi

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan mengaku tak setuju jika kaum LGBT diperlakukan secara diskriminatif. Apalagi jika ada tindak kekerasan terhadap mereka.

Menurut Luhut, kaum LGBT merupakan warga Indonesia sehingga mereka berhak dilindungi oleh negara.

"Apa pun dia dan pekerjaannya, mereka adalah WNI dan punya hak untuk dilindungi. Saya tidak setuju jika ada orang yang dibunuh dan diusir hanya karena mereka menjadi kaum LGBT, sebab mereka juga tidak mau menjadi seperti itu," ujar Luhut ketika ditemui di kantornya pada Jumat, 12 Februari.

Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi: Fenomena LGBT memprihatinkan

Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi meminta keluarga untuk lebih berperan dalam membentengi anak dan pemuda dari pengaruh fenomena LGBT di Indonesia.

"Dari keluarga saya kira. Membentenginya adalah bagaimana peran orang tua itu harus aktif," kata Imam ketika ditemui di Balai Sidang Jakarta pada Jumat malam terkait upaya menanggulangi fenomena LGBT.

Menurut Imam, orang tua perlu berperan untuk membina anak dalam menseleksi pergaulan baik di lingkungan masyarakat maupun pendidikan.

Dia mengatakan fenomena LGBT sebenarnya telah terjadi sejak zaman para nabi. "Sekarang lebih terorganisir, kemudian masih ingin dikampanyekan," kata Imam.

Imam menjelaskan fenomena LGBT harus menjadi keprihatinan seluruh warga Indonesia. "Saya kira perlu dihindari, perlu diwaspadai. Ini bahaya sekali kalau sampai dibiarkan," jelas Menpora.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan

Menteri Anies mengatakan perilaku kaum LGBT di kalangan remaja harus menjadi perhatian bagi orang tua dan guru. Para guru, kata Anies, harus menyadari pentingnya nilai-nilai yang dipegang dalam pendidikan, seperti agama, pancasila, dan budaya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yudi: PNS tidak pantas menjadi homo

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan tak pantas Pegawai Negeri Sipil menjadi LGBT.

"Saya belum mendalami isu itu. Tentu kalau PNS tidak pantas seperti itu (LGBT, red)," ujar Yuddy kepada wartawan di Gedung Sasana Budaya Ganesha.

Yuddy mengakui memang tidak ada aturan yang melarang PNS menjadi LGBT. Sebab pro dan kontra mengenai LGBT memang baru merebak saat ini. "Ini isu baru, makanya dipelajari," ujar Yuddy.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembisa: Kaum LGBT jangan menuntut legalisasi perkawinan sejenis

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menilai pelaku penyuka sesama jenis harus menyadari aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Khususnya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Dalam beleid tersebut, perkawinan hanya sah apabila kedua mempelai berlainan jenis kelamin. Selama ini, kampanye LGBT menuntut agar perkawinan sesama jenis dilegalkan.

"Sementara UU ini ditetapkan perkawinan hanya untuk (antara) laki-laki dan perempuan. Maka kita mesti pada Undang-undang itu," ujar Menteri Yohana saat peluncuran kampanye Gerakan Nasional Anti-kekerasan terhadap Anak dan Perempuan di Senayan, Jakarta.

Perbarui laman ini dengan mengklik refresh untuk mendapatkan komentar terbaru dari pejabat-pejabat negara terkait isu LGBT. —Rappler.com

BACA JUGA

Published 7:46 AM, February 23, 2016

Updated 8:46 AM, February 23, 2016

0 Replies to “Pro Dan Kontra Gender Reassignment”

Lascia un Commento

L'indirizzo email non verrà pubblicato. I campi obbligatori sono contrassegnati *